Kasus :
Ny. Fina (32 thn), Ibu dua orang anak. Aktivitas sehari-hari bejualan sayur di pasar untuk membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga. Semenjak Ny. Tuminah (Ibu dari Ny. Fina) sakit dan Opnam/mondok di RS, Ny. Fina. tidak lagi berjualan sayur. Sudah 2 minggu ini Ny. Fina menunggui ibunya di RS.
Ny.Fina menunggui ibunya sendiri, tadinya ditemani suami, namun sekarang ini suami sudah mulai kerja sebagai kulibangunan untuk menghidupi keluarganya. Di malam hari suami Ny. Tuminah menunggui anaknya di rumah. Jika siang hari Anak Ny.Fina dititipkan tetangganya.
Anak Ny. Tumini yang lainnya hanya datang mengunjungi kemudian pulang. Karena yang tinggal satu rumah adalah Ny.Fina, anak yang lain merasa hanya Ny.Fina yang bertanggungjawab untuk menunggui Ibunya.
Ny.Fina mengeluhkan, semenjak sakit Ny. Tumini jadi sering marah-marah. Malam hari Ny.Tumini minta dikipasin dan juga di pijitin. Sehingga Ny.Fina tampak kelelahan dan sudah 2 hari ini tidak bisa tidur malam.
Akhir-akhir ini anak Ny.Fina sering menangis meminta ditungguin oleh ibunya. Ny. Fina merasa bingung. Ny.Fina ingin pulang untuk menengok anaknya, namun Ibunya harus selalu ditunggui.
Pengkajian :
Identitas klien
Nama : Ny. Fina
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 32 tahun
Pekerjaan : Pedagang sayur
Anak : 2 orang
Data Dasar pengkajian
Data Subjektif : tidak bisa tidur malam, bingung
Data Obyektif : tampak kelelahan
Faktor Predisposisi
Faktor predisposisi adalah aspek biologis, psikologis, genetik, sosial dan biokimia. Dari predisposisi tersebut pada klien Ny. Fina yang dominan adalah faktor psikologis karena dia merasa bingung dengan perannya sebagai anak sekaligus sebagai ibu. Ny. Fina kesulitan dalam membagi perhatiannya. Dan juga ia tidak tahu peran mana yang harus ia prioritaskan terlebih dahulu.
Faktor Presipitasi
Faktor presipitasi adalah faktor pencetus terjadinya suatu masalah, ada dua macam faktor presipitasi yaitu faktor eksternal dan internal. Dalam kasus ini, faktor presipitasi terjadinya gangguan peran oleh Ny. Fina dari external adalah masalah stabilitas keluarga, karena pada kasus Ny. Fina, saudara-saudaranya yang lain tidak memberikan bantuan dalam perawatan ibunya. Sedangkan faktor internalnya sendiri bisa dilihat dari faktor fisiknya, dimana Ny. Fina mengeluhkan gangguan tidur dan kelelahan.
Diagnosa :
Caregiver Role Strain
Domain 7 : Role Relationship
Class 1 : Caregiver
- Definisi : kesulitan dalam melakukan peran pemberi asuhan keluarga.
- Batasan Karakteristik:
Aktivitas memberi asuhan
- Kesulitan melakukan penyelesaian tugas yang diperlukan
- Fokus pada rutinitas asuhan
Status kesehatan pemberi asuhan
- Fisik : Keletihan
- Emosi : Gangguan tidur
- Sosioekonomi
- Perubahan dalam aktivitas waktu senggang
- Produktifitas kerja rendah
- Proses keluarga : Khawatir tentang angota keluarga
- Faktor yang behubungan
- Status kesehatan pemberi asuhan :
- Ketidakmampuan memenuhi harapan orang lain
- Masalah psikologis
- Aktivitas pemberi asuhan : Banyaknya aktivitas
- Proses keluarga : Riwayat disfungsi keluarga
- Sumer daya : Kurang dukungan
- Sosioekonomi : Benturan komitmen peran
NOC :
a) Caregiver Lifestyle Disruption
Definisi : Keparahan gangguan dalam gaya hidup anggota keluarga karena pemberihan asuhan
Kriteria evaluasi :
- Klien tidak mengalami gangguan dalam rutinitas sehari-harinya
- Klien dapat bertanggung jawab dalam perannya
- Klien mampu menampilkan peran yang diharapkan
- Klien mampu eningkatkan kualitas tidur
- Klien mampu menjalin hubungan baik dengan anggota keluarga lain
- Klien mampu mempertahankan produktifitas kerja
b) Caregiver-Patient Relationship
Definisi : Interaksi positif dan hubungan antara pemberi pelayanan dengan penerima asuhan
Kriteria evaluasi:
- Klien mempunyai kesabaran dalam merawat ibunya
- Klien mampu menyelesaikan masalah secara kolaboratif
- Klien mempunyai rasa tanggung jawab
c) Family Support During Treatment
Definisi : keberadaan keluarga dan dukungan emosional individu selama dalam pengobatan
Kriteria evaluasi :
- Keluarga mengekspresikan keinginan untuk mendukung anggota keluarganya yang sakit
- Keluarga bertanya bagaimana mereka bisa membantu
- Keluarga mempertahankan komunikasi dengan anggota keluarganya yang sakit
- Keluarga memberi dukungan kepada anggota keluarga yang sakit
d) Role Performance
Definisi : kesesuian antara perilaku peran individu dan harapan peran
Kriteria evaluasi :
- Klien mampu menampilkan perilaku sesuai perannya dalam keluarga.
- Klien melaporkan kenyamanan dalam menjalankan peran yang diharapkan.
- Klien mampu mendeskripsikan perubahan peran yang berhubungan dengan ketergantungan orang tua.
- Klien melaporkan strategi untuk perubahan peran.
- Klien melaporkan kenyamanan dengan perubahan perannya.
e) Fatigue Level
Definisi : pengamatan dan laporan keparahan dari kelelahan yang berkepanjangan
Kriteria evaluasi :
- Klien tidak melaporkan adanya kelelahan dan kelesuan
- Klien mampu menunjukkan penampilan kerja dan gaya hidup yang baik
- Klien mampu menjalankan aktivitas sehari-hari
- Klien mampu meningkatkan kualitas istirahat dan tidur.
- Klien mengatur keseimbangan antara aktivitas dan istirahat.
NIC :
a) Caregiver Support
Definisi : menetapkan kebutuhan penyampaian infromasi dan dorongan fasilitas perawatan primer klien dari seorang tenaga kesehatan professional
- Tentukan penerimaan peran pada caregiver.
- Terima ekspresi dari emosi negative klien.
- Akui kesulitan menjalankan peran sebagai care giver.
- Akui ketergantungan klien pada caregiver, jika perlu.
- Sediakan dukungan untuk keputusan yang dibuat oleh caregiver.
- Monito rmasalah interaksi dalam keluarga yang berhubungan dengan klien.
- Monitor indikator stress.
- Kaji bersama caregiver tentang bagaimana dia dalam melaksanakan koping.
- Ajarkan teknik memanajema stress pada caregiver.
- Diskusikan keterbatasan caregiver dengan klien.
b) Respite Care
Definisi : penyediaan perawatan jangka pendek untuk memberikan bantuan kepada keluarga pemberi asuhan
- Lakukan hubungan terapeutik dengan klien aatau keluarga.
- Monitor ketahanan pemberi asuhan.
- Atur pengganti pemberi asuhan.
c) Role Enhacement
Definisi : membatu pasien, orang lain yang penting dan/atau keluarga untuk meningkatkan hubungan dengan menjelaskan dan melengkapi perilaku peran yng spesifik
- Bantu klien untuk mengidentifikasi macam-macam peran dalam hidupnya, peran yang biasa dijalankan dalam keluarga, periode perubahan peran selama hidupnya, tingkah laku yang diperlukan dalam perubahan peran yang baru, strategi positif untuk mengatasi perubahan peran.
- Fasilitasi pembahasan adaptasi peran dalam keluarga untuk mengimbangi perubahan pola anggota keluarga yang sakit.
- Fasilitasi kesempatan klien untuk menampilkan perilaku terhadap peran baru.
- Ajarkan tingkah laku baru yang dibutuhkan klien/keluarga untuk memenuhi peran.
d) Family Support
Definisi : mengembangkan nilai, ketertarikan dan tujuan keluarga
- Nilai reaksi emosional keluarga terhadap kondisi klien
- Bantu pasien mengembangkan harapan yang realistis
- Dengarkan kekhawatiran perasaan, dan pertanyaan keluarga
- Fasilitasi komunikasi mengenai perasaan atau kekhawatiran antara klien dan keluarga atau antar anggota keluarga
- Berikan nasehat pada anggota keluarga mengenai keterampilan koping alternatif yang efektif yang mereka gunakan
Berikan perawatan pada klien di tempat lain untuk meringankan klien dan atau ketika keluarga tidak dapar memberikan asuhan keperawatan
Diagnosa :
Parental Role Conflict
Domain 7: Role Realationship
Class 3 : Role Performance
Definisi : Pengalaman kebingungan peran dan konflik orang tua dalam menanggapi krisis
Batasan Karakteristik :
- Mendemonstrasikan adanya gangguan pada perawatan sehari-hari
- Orang tua mengekspresikan keluhan tentang keluarga (contoh : fungsi, komunikasi, keshatan)
- Orang tua menekspresikan perasaan ketidakmampuan untuk menyediakan kebutuhan anak dengan baik (contoh : emosi, fisik)
Faktor yang berhubungan ;
Gangguan dalam kehidupan keluarga karena aturan dalam perawatan (contoh : pengobatan, memberi asuhan, kurang istirahat
NOC :
a) Family Participation in Professional Care
Definisi : Keterlibatan keluarga dalam pembuatan keputusan, penyampaian, dan evaluasi pelayanan yang disediakan tenaga kesehatan
Kriteria Hasil :
- Keluarga mampu berpartisipasi dalam perencanaan dan pelayanan keperawatan.
- Klien mampu mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi keperawatan.
- Klien mampu mengevaluasi keefektifan keperawatan
- Klien mampu mendefinisikan kebutuhan dan masalah yang berhubungan dengan perawatan
- Klien mampu berpartisispasi dalam pembuatan keputusan.
b) Caregiver Stressor
Definisi : keparahan tekanan biopsikososial dalam penyediaan pelayanan perawatan keluarga untuk orang lain dalam waktu yang lama.
Kriteria Hasil :
- Klien mampu melaporkan adanya stessor dalam pemberian perawatan.
- Klien tidak mengalami keterbatasan psikologis.
- Klien melaporkan tidak ada konflik peran.
- Klien tidak merasakan adanya kekurangan dukungan social.
- Klien tida mengeluhkan kekurangan waktu pribadi.
- Klien tidak mengalami konflik antara pekerjaan dan tanggungjawab sebagai pemberi asuhan.
c) Family Coping
Definisi : Tindakan keluarga dalam mengatasi stressor yang mengurangi sumberdaya keluarga.
Kriteria Hasil :
- Klien mampu menerapkan fleksibilitas peran anggiota keluarga.
- Klien mampu mengikutsertakan anggota keluarga yang lain dalam pembuatan keputusan.
- Klien mampu mengekspresikan perasaan dan emosi kepada anggota keluarga yang lain.
- Klien mampu memberikan kebutuhan keperawatan kepada anggota keluarga.
- Klien mampu membagi tanggungjawab anggota keluarga.
- Klien melaporkan kebutuhan akan bantuan dari keluarga.
- Klien mampu menggunakan sistem dukungan keluarga yang tersedia.
NIC :
a) Decision Making Support
Definisi : Menyediakan informasi dan dukungan untuk pasien yang membuat keputusan berdasarkan pelayanan kesehatan.
- Bantu pasien menjelaskan keputusan pada orang lain, jika perlu.
- Fasilitasi hubungan antara pasien dengan keluarga.
- Fasilitasi pembuatan keputusan secara kolaborasi.
b) Family Proses Maintenance
Definisi : Meminimalisasi efek dari gangguan proses keluarga.
- Identifikasi efek dari perubahan peran dalam proses keluarga.
- Dukung kunjungan anggota keluarga jika diperlukan.
- Jaga peluang untuk mengunjungi secara fleksibel untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga dan pasien.
- Bantu anggota keluarga untuk menggunakan mekanisme dukungan yang tersedia.
- Kurangi gangguan rutinitas keluarga dengan memfasilitasi rutinitas dan ritual keluarga misalnya makan bersama atau diskusi keluarga untuk komunikasi dan pembuatan keputusan.











