http://sahabatperawat.com/wp-content/uploads/2012/04/fk3i-1.jpghttp://sahabatperawat.com/wp-content/uploads/2012/04/fk3i-2.jpghttp://sahabatperawat.com/wp-content/uploads/2012/04/fk3i-1.jpghttp://sahabatperawat.com/wp-content/uploads/2012/04/fk3i-2.jpghttp://sahabatperawat.com/wp-content/uploads/2012/04/fk3i-1.jpg

Masa Depan Keperawatan ?!, Antara Konsep (Concept) & Sentuhan (Touch)

Seseorang yang mendalami suatu profesi tidak akan pernah jenuh dengan apa yang digelutinya. Menemukan penemuan – penemuan, gagasan – gagasan, peluang – peluang baru dan keindahan untuk profesinya menjadi semangat tersendiri dalam kehidupan berprofesi. Bagaikan sebuah kehidupan pribadi yang terus berkembang dengan berbagai pemikiran yang unik dan beragam, dalam suatu profesi membutuhkan sumbangan pikir dan karya dari berbagai teman seprofesi agar profesi “ini” menjadi lebih.Dan itu menjadi tanggung jawab bersama umat profesi.

Dalam profesi keperawatan khususnya, penemuan – penemuan baru, gagasan – gagasan baru, peluang – peluang dan keindahan menjadi tanggung jawab yang besar bagi peminat profesi ini. Mengingat profesi ini sangat berkaitan dengan kehidupan. Menanggapi respon klien dalam menghadapi kehidupanya secara menyeluruh ( holistic ), membantu proses adaptasi ( menyesuiakan diri ) klien terhadap segala bentuk perubahan yang terjadi selama proses kehidupan, melindungi klien dari resiko – resiko yang mengancam kehidupan, menjadi bagian dari tugas / inti dari tanggung jawab profesi ini.

Dengan beban tanggung jawab seperti itu, keperawatan dituntut untuk selalu berkembang, merespon segala perubahan di dunia saat ini. Dan sudah merupakan fakta yang sudah jelas bahwa “manusia merubah dunia, dunia merubah manusia, kemudian manusia bertahan dari perubahan”. Karena itu, untuk bisa merespon perubahan, memanfaatkan sebagai peluang, dan memimpin dalam perubahan, diperlukan suatu ketrampilan unik, holistic,dan heroic. High Concept dan High Touch.

“High Concept merupakan ketrampilan sebagian otak untuk medeteksi pola – pola dan peluang, menciptakan keindahan artistik dan emosional, menyusun narasi yang memuasakan dan menggabungkan gagasan yang tampak tidak berhubungan ke dalam sesuatu yang baru.”

“High Touch merupakan ketrampilan yang meliputi kemampuan untuk bersikap interaksi manusia, perhatian terhadap semua, menemukan kesenangan dalam diri seseorang dan memasukkanya kepada yang lainya, dan melewati keseharian dalam mencari tujuan dan makna.”

Sebenarnya kedua ketrampilan tersebut merupakan keahlian yang dituntut oleh pergesearan era yang dimulai sejak 18 abad silam, yang setiap era memiliki tuntutan yang berbeda sesuai dengan keadaan masing – masing waktu, dan hanya orang – orang yang bisa memenuhi tuntutan yang akan merajai era itu. Pergeseran itu diwali dengan era agricultural kemudian sampai menuju ke era sekarang ini dengan dorongan tingkat keahlian yang terus naik seiring berkembangnya ilmu dan teknologi.

Era Agricultural bergeser ke era Industri, era Industri bergeser ke era informasi, era informasi bergeser ke era konseptual.

Era Agricultural ( era petani ) Era dimana penduduk dunia mengeksplorasi dan memanfaatkan lahan – lahan dimana dia tinggal untuk mencapi kemakmuranya.

Era Industri ( era pekerja pabrik ) Era dimana pabrik – pabrik besar bersebaran dan proses perkitan besar – besarnya, mesin menjadi bagian dari perekonomian. Dengan karakter penting orang lebih mengedepankan kekuatan fisik dan keuletan pribadi.

Era Informasi ( era pekerja pengetahuan ) Era dimana negara – negara di dunia semakin berkembang pesat, produksi – produksi masal mulai berkurang, sedang informasi dan pengetahuan menjadi bahan bakar bagi perekonomian. Dengan ciri penting lahirnya orang – orang L – Directed Thingking ( pemikir otak kiri )

Era Konseptual ( era pencipta dan pensimpati ), Setelah terjadi kelimpahan berupa pengetahuan dan informasi yang merupakan hasil dari era informasi, maka lahirlah era ini. Dengan ciri utama para pencipta dan pemberi simpati , dan dipenuhi oleh orang – orang R – Directed Thingking ( pemikir otak kanan ).

Pada waktu ini, yang diistilahkan dengan era konseptual, dimana orang – orang yang memperhatikan keadaan emosional, perasaan, nilai akan menguasai era ini. Dan jika dikaitkan dengan nursing !,kedua ketrampilan ini, High Concept dan High Touch bisa jadi merupakan senjata utama para perawat untuk ‘menguasai dunia’ di era konseptual yang terus berubah.

Dalam sebuah buku, Daniel H. Pink mengajukan tiga pertanyaan untuk mengetahui apakah suatu pekerjaan dapat berkembang dalam era ini, pertanyaan yang diajukan;
1.Apakah seorang di luar negeri dapat melakukanya dengan lebih murah?
2.Apakah komputer dapat melakukan dengan lebih cepat?
3.Apakah apa yang sedang anda/pekerjaan tawarkan sangat disukai pada era yang penuh dengan kelimpahan materi?

Kalau seandainya kita jawab pertanyaan tersebut dengan posisi keperawatan, setidaknya bisa kita temukan jawaban;

Untuk pertanyaan no 1 : Tidak, lebih mahal bisa!, karena faktanya biaya perawatan di negara – negara maju ( luar Indonesia ) lebih tinggi.

Untuk pertanyaan no 2 : Tidak, proses keperawatan bekerja secara holistik, sehingga jika digantikan dengan mesin akan ada bagian – bagian dari diri klien yang tidak terpenuhi.

Untuk pertanyaan no 3 : Iya, sangat disukai, bahkan terkadang kepercayaan yang tinggi diberikan oleh klien pada perawat.

Dengan begitu sungguh sangat terjawab dengan jelas masa depan profesi ini jika dimainkan oleh orang – orang yang memiliki ketrampilan High Concept dan High Touch . (bersambung)

“ sahabat perawat : artikel ini dikirim oleh salah seorang teman mahasiswa keperawatan, yang enggan disebut namanya, dengan alasan masih belajar.“

404 days ago by in Konsep Keperawatan , Motivasi | You can follow any responses to this entry through the RSS feed. You can leave a response, or trackback from your own site.