Di negeri kita ini mudah kita temukan orang dengan baju putih ( seragama khas ) yang bekerja di Rumah Sakit atau Puskesmas, mereka sering disebut dengan perawat, dan sering pula disebut mantri. Dan orang yang disebutpun menerima dan mengakuinya, bahwa dia perawat (Nurse) dan rata – rata dari mereka adalah lulusan dari akedemi – akademi keperawatan yang begitu banyak tersebar di seantero negeri ini.
Akan tetapi sebanyak itu yang mengaku perawat, sebanyak itu pula yang galau, sebagian diantaranya medefinisikan keperawatan dengan ala kadarnya, tidak berdasar pemahaman, dan jauh dari ilmu. Sebagian diantarnya, merasa bangga jika bisa meresepkan obat, merasa bangga jika bisa melakukan pembedahan, dan merasa bangga lagi jika ketrampilan – ketrampilan kedokteran dia dapat kerjakan tanpa order dari yang berwenang.
Lalu, sebenarnya apa itu keperawatan? Apa tujuannya? Dan apa kerangka praktinya?, sehingga kalau pertanyaan ini dapat dijawab oleh semua yang menyandang nama em>perawat akan baik kedepannya, tidak akan ada lagi perselisihan yang berkabut, kerancuan pemahaman yang menghitam, dan kebingungan dalam akal yang mirasukan.
Kejelasan dan keluasan khasanah keilmuan dalam mengartikan keperawatan akan menjadi pondasi yang kuat dalam perjalanan seseorang mengarungi dunia keperawatan. Pemahaman ini akan membawa keyakinan dalam setiap langkah dan tindakan, sehingga tampak bercahaya bagaikan matahari, yang sinarnya menumpas kegelapan keraguan di dalam hati, karena apa yang dikerjakan berdasar pada keilmuan.
Dalam suatu buku, sekitar duapuluhan pendahulu keperawatan memaparkan tentang arti, makna dan gambaran keperawatan . Mereka menjelaskan dengan teori – teorinya, serta melengkapinya dengan bagan ilustrasi kerangka praktik yang menjelaskan. Adapun diantarnya;
Keperawatan menurut Nightingale ( 1860 )
Beliau mengungkapan bahwa tujuan dari keperawatan adalah untuk mengubah lingkungan, membuatnya lebih baik dan nyaman, sehingga membantu mempercepat proses penyembuhan klien. Memfasilitasi proses penyembuhan tubuh dengan memanipulasi lingkungan klien ( Torres 1986 ). Disini menitik beratkan pada bagaimana seorang perawat bisa memanipulasi lingkungan disekitar klien, mencakup lingkungan bio, spiritual, sosio, dan cultural, sehingga proses penyembuhan dapat berjalan lebih cepat dan nyaman. Atau dengan bahasa lain, pemanipulasian lingkungan untuk mendapatkan ketenangan, nutrisi, kebersihan, cahaya, kenyamanan, sosialisasi, dan harapan yang sesuai keadaan klien.
Keperawatan menurut Neuman (1972)
keperawatan yang diharapkan oleh Neuman adalah keperawatan yang bertujuan untuk membantu individu, keluarga, dan kelompok tertentu, mendapatkan dan mempertahankan level kesehatan maksimal dengan suatu intervensi tertentu. Di sini perawat diibaratkan sebagai seorang yang setia disamping individu, keluarga, atau kelompok dalam perjalanan diatas rentang sehat – sakit, yang terus berusaha mendorong mereka dalam level kesehatan yang lebih baik, atau paling tidak mempertahankan posisinya. Adapun usaha / intervensi yang diberikan oleh perawat bisa berupa tindakan dalam tingkat primer, sekunder, maupun tersier.
Keperawatan menurut Orem (1971)
Beliau lebih menekankan bagaimana seorang perawat berperan dalam memberikan perawatan dan membantu klien yang sedang dalam keadaan ketidak mampuan untuk mencukupi kebutuhan biologi, psikologis, spiritual, perkembangan, dan sosial di karenakan sakit. Bantuan yang diberiakan oleh perawat terbatas sampai saat dimana klien mampu mencukupi kebutuhan diri sendiri ( self care ). Tidak hanya sekedar merawat dan membantu, akan tetapi di barengi usaha untuk mendidik, melatih, dan mengarahkan klien agar segera mencapai kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan dirinya.
Keperawatan menurut Levine (1966)
Keperawatan merupakan suatu bentuk kegiatan untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki oleh klien, dimana sumber daya tersebut sangat membantu dalam proses penyembuhan. Dan meliputi empat perinsip konsevasi keperawatan , “ konservasi energy, konservasi integritas jaringan, konservasi integritas personal, dan konservasi sosial”. Beliau menekan konservasi yang utuh dan menyeluruh pada intervensi Keperawatan untuk menjaga kesetabilan kehidupan klien, baik dalam keadaan sehat maupun sakit.
Keperawatan menurut Rogers (1970)
Pandangan tentang keperawatan beliau adalah peran yang diambil untuk meningkatkan kesehatan, mencegah kesakitan, dan merawat serta merehabilitasi klien yang sakit dan tidak mampu dengan pendekatan yang humanistic keperawatan. Beliau melihat manusia secara utuh, meliputi proses sepanjang hidup, dari berupa embrio – janin – bayi – toddler – prasekolah – sekolah – remaja – dewasa – lansi ( Anak – Pemuda – Lansia ), yang terus berubah – rubah mengikuti perubahan zaman dan tempat, menselaraskan diri dengan lingkungan sekitarnya, baik bio, pisiko, sosial, dan budaya.
Lalu, bagimana menurut anda?, apa itu keperawatan?,
Mungkin ringkasan yang sedikit ini belum bisa menjelaskan dengan sempurna tentang apa itu keperawatan, karena memang bukan diniatkan untuk itu. Hanya sekedar stimulus agar kita semua kembali menggali dan memahami tentang keperawatan, sehingga kejelasan dalam langkah dan perjuangan segera menerangi gelapnya jalan ketidaktahuan.
Salam Sahabat Perawat, “ Seseorang tidak akan kuat sebelum dia mengetahui (tentang siapa dirinya) ”










