Kangoroo care merupakan cara menghangatkan bayi yang di lakukaan secara skin to skin ( kulit ke kulit ) dengan orang dewasa,biasanya bayi dengan ibunya maupun dengan ayahnya.Nama kanguru care ini dipilih karena cara menghagatkan bayi yang mirip dengan cara kangguru merawat anaknya dengan memasukkan kantong yang ada di bagian perut ibu kangguru.Cara ini memanfaatkan proses perpindahan panas secara konduksi yaitu ketika kulit bayi bersentuan dengan kulit ibu atau ayah nya, panas dari ibu atau ayah berpindah ke bayi untuk menjadikan suhu keduanya sama.Hal ini sangat memberikan manfaat ketika dilakukan, baik manfaat secara ekonomi maupun manfaat kesehatan bagi bayi. Manfaat secara ekonomi bisa di peroleh ketika bayi membutuhkan kehangatan, sedangkan di daerah tersebut tidak ada incubator untuk menghangatkan bayi.
Peneliti telah menemukan bahwa kontak fisik yang erat dengan orang tua dapat membantu menstabilkan detak jantung, suhu, dan pernapasan bayi prematur karena bayi prematur sering mengalami kesulitan koordinasi pernapasan dan detak jantung.Para peneliti juga telah menemukan bahwa ibu yang menggunakan perawatan kanguru sering memiliki lebih sukses dengan ASI dan meningkatkan pasokan susu mereka. Selanjutnya, para peneliti telah menemukan bahwa bayi prematur yang mengalami perawatan kanguru memiliki waktu tidur yang lebih lama.
Sejarah Kangaroo Care bermula di tahun 1979 ketika tidak semua rumahsakit di dunia ini memiliki sumber daya tenaga kesehatan dan alat untuk memberikan intervensi bagi bayi premature dan bayi berat badan lahir rendah (BBLR).Dengan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas di Insti¬tuto Materno Infantil NICU, Bogota, Kolumbia, Dr.Edgar Rey Sanabria, professor neonatologi dari departemen pediatric Universitas Nasional Kolumbia, memperkenalkan metode untuk meringankan kekurangan care giver dan sumber daya. Beliau mensugestikan kepada ibu untuk secara langsung memberikan kontak skin to skin kepada bayinya yang lahir degan BBLR untuk memberikan kehangantan dan memberikan eksklusif breasfeding sesuai kebutuhan bayi. Hal ini terbukti sukses meningkatkan angka harapan hidup dari bayi premature dengan BBLR juga menurunkan resiko infeksi nosokomial, resiko terserang penyakit, serta infeksi saluran pernafasan bawah ( Conde Agudelo 2003). Perawatan kanguru juga meningkatkan angka eksklusive breast feding utuk durasi yang lebih lama dan meningkatkan kepuasan maternal dan kepercayaa diri (Charpak, 2005)
Sebenarnya indikasi bayi yang memenuhi syarat untu dilakukan kanguru care yaitu pre-term infant, kurang dari 1500 gram. Pada awal 1990, konsep tersebut di advokasikan di amerika utara untuk bayi premature dan kemudian untuk bayi yang lahir foll term atau sesuai dengan waktunya.
Cara melakukan kanguru care untuk bayi baru lahir :
1.Setelah bayi lahir bersihkan dengan menggunakan handuk namun jangan bersihkan sisa plasenta yang masih ada di tangan nya karena hal tersebut akan membantu bayi untuk mengenali ibunya dan menemukan putting susu ibu
2.Letakkan bayi di dada ibu dengan posisi dada ibu bersentuhan degan dada bayi secara skin to skin
3.Pada bayi baru lahir,bayi akan bergerak karena pada saat inilah bayi akan aktif untuk mencari putting susu ibunya
4.Biarkan ibu dan bayi selama beberapa jam atau sesuai dengan keperluan, dan berikan penutup untuk menutupi bagian tubuh dari ibu dan bayi untuk mencegah kehilangn panas
5.Untuk bayi yang sudah lahir beberapa hari,prinsip melakukan nya hampir sama, hanya saja tidak perlu di bersihkan karena bayi sudah sersih dari plasenta dan kotoran yang terbawa pada saat lahir
Manfaat kanguru care :
Untuk ibu :
•Memperkuat ikatan ibu dan bayi
•Melipatgandakan kesuksesan breastfeeding dan meningkatkan durasi breastfeeding ( Mohrbacher, 2003)
•Meningkatkan kepercayaan diri ibu untuk menyusui ibunya dan meningkatkan kepuasan merawat bayi (Tessier,1998)
Bagi bayi :
•Menormalkan temperature, heart rate, dan respiratoty rate ( Ludington,2005)
•Meningkatkan system imun bayi karena bayi bisa melakukan inisiasi menyusiu dini
•Kontak maternal menyebabkan efek tenang dengan menurunkan stress (Mc Cain,2005)
•Meningkatkan berat badan bayi ( Charpak,2005)
•Meningkatkan ikatan ibu dan bayi dan meningkatkan efek positif pada perkembangan kognitif bayi (Fieldman, 2002)
•Mengurangi resiko infeksi nosokomial, sakit berat, dan penyakit saluran pernafasan (Conde-Argudelo,2003)
•Mengurangi kejadian SIDS (sudden infant death sindrom)
•Menormalkan petumbuhan bayi yang lahir premature (Charpak,2005)
Sumber :
Kanggoro Care,Holden Newborn Intensive Care Unit, University of Michigan
Salam Solutif Sahabat Perawat
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)







