http://sahabatperawat.com/wp-content/uploads/2012/04/fk3i-1.jpghttp://sahabatperawat.com/wp-content/uploads/2012/04/fk3i-2.jpghttp://sahabatperawat.com/wp-content/uploads/2012/04/fk3i-1.jpghttp://sahabatperawat.com/wp-content/uploads/2012/04/fk3i-2.jpghttp://sahabatperawat.com/wp-content/uploads/2012/04/fk3i-1.jpg

Remaja Gagal Tumbuh

Konsep pertumbuhan dan perkembangan pada manusia bila dikaitkan dengan waktu berarti kehidupan itu sendiri. Yang diawali dari janin ( pertemuan antara sel telur ‘zigot’ dengan sperma ) dan diakhiri dengan datangnya ajal “ kematian “. Proses berkembangnya berjalan dengan berurutan, tidak tumpang tindih, dan tidak saling mendahului. Diatur dalam konsep tumbuh kembang yang telah ditentukan oleh Allah sejak lima ratus ribu yang lalau.

Dalam perjalananya, proses tadi seharus berjalan dengan baik, normal, dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Seorang bayi yang mungil menjadi balita yang aktif kemudian menjadi anak yang serba ingin tahu, lalu menjadi pemuda yang cerdas, lalu menuju dewasa yang berwibawa, dan kemudian diakhiri dihari tua yang penuh dengan kehormatan. Sebuah perjalanan waktu yang begitu indah dan bermakna jika seperti itu yang terjadi. Mengalir lembut tanpa perlawanan, indah pada setiap waktunya.

Semua potensi yang dibekalkan Allah kepada setiap janin yang menempel dalam rahim adalah kebaikan, stabil dan seimbang. Dan yang demikianlah yang disebut fitrah. Akan tetapi terkadang potensi – potensi kebaikan itu hilang bak ditelan bumi, berbaur dengan keburukan dan gelapnya kehinaan. Kebahagian tergantikan kesedihan, kecintaan terhapuskan kebencian, dan keimanan terhapus kemunafikan.
Lebih – lebih pada remaja yang menjadi korban media, korban model, dan korban pemikiran. Akan sangat kasihan melihatnya jika ia seperti itu “ Remaja Gagagl Tumbuh “. Yang diantaranya kegagalan tumbuh dan kemabang itu;

-Gagal membentuk identitas

Hal ini sangat sering dikarena pengaruh dari pendidikan pada diri seorang pemuda, yang tidak jelas mengarahkan dia, kemana hendak melangkah, ke warna putih? atau kewarna hitam? Sehingga sering kali berada dalam zona abu – abu yang penuh dengan keraguan. Dalam bahasa pendidikan psikologi dikatakan dengan istilah role confusion “kebingungan peran”. Karena dia tidak tahu siapa dirinya dan tidak tahu apa yang harus diperbuat ( manusia kosong ).

-Gagal menerima moral
Seorang pemuda belajar moral dari kedua orang tua, masyarakat dan agama / keyakinan. Jika dalam proses belajar menerima moral berjalan dengan baik, maka beruntunglah dia, karena kebaikan masa depan itu terletak pada moral dan keyakinan. Biasanya kegagalan penerimaan moral disebabkan karena ketidak mampuan orang tua, masyarakat, dan lingkungan keagamaan menjelaskan arti dan makna moral pada remaja secara benar, proposional, jauh dari kefanatikan, dan tidak extrim kiri maupun extrim kanan. Ketidak mampuan menerima dengan pemahan yang baik nila – nilai moral akan membuat seorang pemuda bersikap antisosial dan cenderung menentang dangan peraturan.

-The Einstein syndrome
Syindrome ini ditandai dengan adanya keterlambatan kemampuan berbicara dan kesulitan dalam berbahasa. Sulit mengungkapkan perasaan melalui bahasa, dan biasanya hal ini akan membuat remaja menarik diri dari lingkunganya dan fokus pada apa yang membuat dia tertarik ( bidang tertentu ). Sering juga didapati remaja dengan syndrome ini sering gagal dalam dunia pendidikan, akan tetapi akan sangat menonjol dalam bidangnya. Dilampirkan nama Einstein karena hampir mirip dengan karakter Einstein, yang gagal dalam sekolahnya, tapi jago dalam bidangnya.
-Kenakalan remaja
Kenakalan remaja juga merupakan ganguan pada tumbuh kembang remaja. Dan faktor yang berpengaruh didalamnya sangat beraneka ragam. Penyimpangan seperti ini akan membuat seorang remaja sulit menyelesaikan tugas tumbuh kembangnya. Dan ganguan diawal masa remaja akan berpengaruh pada masa depan remaja itu.

-Prilaku seksual
Keingintahuan dan keinginan untuk mencoba semuanya membuat remaja beresiko terjerumus dalam permasalahn ini. Ditambah lagi dengan mudanya akses media di era ini. Semua serba terbuka dan tersebar. Masturbasi, onani, seks oral, seks pre nikah, dll merupakan sebagian dari contoh gagalnya pemuda dalam pendidikan prilaku seksual.

-Late Bloomer ( terlambat berkembang )
Merupakan keadaan dimana sesorang remaja memiliki masalah dangan proses berkembanganya, yang berupa kegagalan untuk berkembang dan tumbuh sesuai dengan waktunya. Keterlambatan ini membuat remaja yang mengalaminya tidak berprestasi, terkesan bodoh dan lambat. Jelas karena dia secara fisik sudah sesuai dengan remaja seusianya, akan tetapi secara perkembangan yang meliputi motorik, kognitif, language dll masih tertinggal jauh.

Kegagalan – kegagalan diatas hanya beberapa dari berpuluh keadaan akibat kegagalan perkembangan pada remaja. Dan masih banyak lagi yang masih perlu kita kaji dan pelajari dihari – hari yang terus berlalu ini. Kita berlindung kepada Allah dari semua keburukan baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Semoga Allah menjaga keluarga anda dari berbagai keburukan, salam Sahabat Perawat.

316 days ago by in Komunitas | You can follow any responses to this entry through the RSS feed. You can leave a response, or trackback from your own site.