<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sahabat Perawat</title>
	<atom:link href="http://sahabatperawat.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sahabatperawat.com</link>
	<description>Situs Perawat Cerdas</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 May 2013 16:08:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Perawat Mimilih Bosan? Atau?</title>
		<link>http://sahabatperawat.com/2013/05/perawat-mimilih-bosan-atau/</link>
		<comments>http://sahabatperawat.com/2013/05/perawat-mimilih-bosan-atau/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 May 2013 16:05:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Perawat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatperawat.com/?p=1105</guid>
		<description><![CDATA[ “Sehebat – hebatnya orang pasti memiliki rasa jenuh, begitupun dengan seorang dokter . Saya memiliki teman seorang dokter, yang hari... <a href="http://sahabatperawat.com/2013/05/perawat-mimilih-bosan-atau/" class="more-link">more</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em> “Sehebat – hebatnya orang pasti memiliki rasa jenuh, begitupun dengan seorang dokter . Saya memiliki teman seorang dokter, yang hari – harinya diisi dengan pergi ke kliniknya  untuk menjalankan tugasnya.  Dan rutinitas adalah hal yang membosankan, dia berkata kepada saya “tidak ada hal yang paling membosankan kecuali ketika diletakkan stetoskop di telinga saya, dan tidak ada pakaian yang paling berat bagi saya kecuali pakain putih ketika saya harus menuggu pasien saya dari jam tujuh sampai jam sepuluh malam” . Dan hal yang seperti ini tidak hanya terjadi pada kalangan dokter, semua usaha itu membosankan , kehidupan ini hanya itu – itu saja jika tidak diisi dengan hal – hal yang bermanfaat. Karena yang membuat bahagia seorang hamba adalah saat dia bisa memberikan waktunya untuk Alloh subhallahu wa ta’ala”.</em> (kutipan ceramah seorang ustadz saat menyampaikan materi dengan tema nasehat untuk penuntut ilmu).</p>
<p>Semua orang pasti pernah merasakan jenuh dengan apa yang dijalaninya. Apapun itu profesinya, rasa ini seperti mengintai kita disaat kita memulai pekerjaan baru. Kejenuhan hanya menuggu waktu dari pertama kali kita mengawali sebuah pekerjaan. Semau pasti pernah merasakannya  waktu pertama kali masuk sekolah dasar kita senang sekali dengan baju baru, teman baru, lingkungan  baru dan suasana baru. Akan tetapi setelah beberapa minggu, rasa seperti itu dengan sendiri memudar dan semuanya menjadi biasa – biasa saja “<em>nothing special</em>”.</p>
<p>Dunia kerja dengan sistem yang humanis pun belum bisa melindungi para pekerjanya dari  terkaman rasa jenuh. Alih – alih mengurangi rasa jenuh, sistem yang telah dibuat dengan berbagai konsekuensi malah terasa membebani dan membuat hidup dalam sebuah pola yang stagnant.</p>
<p>Hal seperti ini jika dibiarkan terus menerus akan merapuhkan dan merusak kepribadian.  Sebuah kehidupan yang stagnant, itu – itu saja, biasa saja dan tidak bergairah akan melemahkan jiwa,akal, dan raga. Karena manusia yang tidak bergerak akan mendapatakan kemunduran sebagaimana apa yang dikatakan oleh Imam Syafi’I rahimakumullah, bahwa air yang tidak mengalir akan membusuk.</p>
<p>Dan koping diri terhadap permasalahan  ini  jika tidak tepat akan menambah buruk permasalahan, diantara depresi dengan pasrah yang jauh dari rasa ketawakalan dan manik dengan keaktifan yang jauh dari kebermanfaatan. Tidak ada jalan yang lebih tepat dalam permasalahan ini kecuali adalah kembali kepada jalan Alloh dan Rasulnya, menyikapi permasalahan ini dengan cara yang benar dari sudat pandang yang <em>shahih</em> dan <em>sharih</em> (bersih).</p>
<p>Permasalahan utama bukan ada pada pertanyaan “kenapa saya bekerja dalam sistem ini?” atau “kenapa sistem ini?” melainkan pada bagaimana menkondisikan jiwa untuk menyikapi keadaan yang ada.</p>
<p>Jiwa yang hanya paham akan dunia pastilah akan sulit menjalani sistem tersebut, segera bosan dan gelisah, karena sistem itu memang membuat jenuh. Jiwa seperti ini tidak bisa menghibur diri dengan keadaan, tidak tahu cara menenangkan jiwa, dan tidak paham akan rahasia kebahagiaan. Jiwa seperi ini mirip jiwanya orang – orang kafir yang sangat pandai dalam urusan agama namun bodoh dalam urusan agama. Dan orang – orang yang hanya mengetahui ilmu dunia saja pada hakekatnya hanya mengetahui sedikit hal tentang dunia ini (kulit arinya saja) Sehigga Alloh menyebutkanya dalam surat Ar-Rum ayat 7, “<em>Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat benar &#8211; benar  lalai</em>.” Sehingga pantas kejenuhan dan kebiasaan untuknya.</p>
<p>Sedang jiwa yang akan bahagia dalam berbagai macam sistem adalah jiwa yang telah mengetahui rahasia-rahasia kehidupan, mengetahui hakekat dunia, memahami ilmu agama. Mereka paham bahwa kebahagiaan adalah dengan menghambakan diri kepada Rabnya. Sitem tidak membuatnya larut dalam kehidupan yang sepele. Tidak membuatnya lupa akan mimpi besar dalam kehidupannya. Tidak membuatnya terkungkung dalam jerat dari pergerakan di jalan Alloh. Jiwa yang beriman itu mendapatkan kehidupan yang baik sesuai dengan janji Alloh bahwa “<em>Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.</em>” (An-Nahl ayat 97).</p>
<p>Dari kedua keadaan jiwa tersebut sahabat perawat dapat memilih satu diantara keduanya. Karena keadaan jiwa dapat dibentuk sesuai ‘azam dan kesungguhan. Jika menghendaki kejenuhan dalam profesi, maka pilih lah jalan orang – orang awam yang hanya mengetahui ilmu dunia, perdalam – dalam ilmu dunia dan massa bodohlah dengan ilmu agama. Sehingga jiwa akan mengetahui semua tentang dunia dan kejenuhan akan segera menghampiri dalam kesuksesan sahabat. Dan jika menghendaki yang sebaliknya, maka tepuhlah jalan para penuntut ilmu agama dan orang yang beriman. Jadilah perawat yang menuntut ilmu agama dan beriman, sehingga Alloh akan menempatkan sahabat pada tepat yang lebih baik dari orang yang terbaik dari sistem yang sedang sahabat jalani. Karena Alloh akan meninggikan drajat/kedudukan orang beriman dan berilmu beberapa drajat diatas yang lainya. <em>“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (</em>Al-Mujaadilah ayat 11)<em>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatperawat.com/2013/05/perawat-mimilih-bosan-atau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kembangkan Dirimu Wahai Perawat!.</title>
		<link>http://sahabatperawat.com/2013/03/kembangkan-dirimu-wahai-perawat/</link>
		<comments>http://sahabatperawat.com/2013/03/kembangkan-dirimu-wahai-perawat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Mar 2013 14:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Perawat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatperawat.com/?p=1080</guid>
		<description><![CDATA[Berikut Ada sebuah nasehat dari Dr. Muhammad al – ‘Areifi tentang motivasi untuk selalu mengembangkan diri dengan penuh kesadaran bahwa... <a href="http://sahabatperawat.com/2013/03/kembangkan-dirimu-wahai-perawat/" class="more-link">more</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut Ada sebuah nasehat dari Dr. Muhammad al – ‘Areifi tentang motivasi untuk selalu mengembangkan diri dengan penuh kesadaran bahwa kecakapan – kecakapan dalam diri bisa dilatih dan dioptimalkan untuk kebaikan dunia dan akhirat. Kami rasa motivasi ini akan sangat bermanfaat bagi sahabat perawat yang menginginkan kebaikan dalam hidup dan keberkahan dalam umur. Mari terus belajar, berlatih dan berkembang dalam keimanan, kebahagiaan, dan kasih sayang untuk profesi yang lebih bermakna. Selamat mengambil hikmah dan pelajaran, salam sukses sejahtera.</p>
<p><strong>Kembangkan Diri Anda!</strong></p>
<p>Mungkin, Anda pernah bertemu dengan seseorang yang ketika berumur dua puluh tahunan memiliki cara bertutur, gaya bicara, dan gagasan – gagasan cemerlang, namun sepuluh tahun kemudian Anda melihat kemampuannya masih itu – itu saja dan tidakperkembangan sedikitpun dalam hidupnya.</p>
<p>Dan pada saat yang sama, Anda juga menjumpai banyak orang yang mengalami perubahan dan perkembangan luar biasa dalam hidupnya disbanding sepuluh tahun yang lalu. Atau, barangkali Anda pernah menjumpai seorang yang setiap saat kehidupanya selalu bertambah maju dan berkembang dari sebelumnya. Atau, mungkin juga Anda bertemu dengan orang yang setiap saat taraf kehidupanya beragama dan duniawinya berkembang. Nah, mengapa semua ini terjadi?</p>
<p>Jika Anda ingin mengetahui beberapa model manusia dalam masalah perkembangan diri ini, marilah kita menyikap rahasia mereka satu persatu dan menyikap apa yang menjadi perhatian utama mereka selama ini.</p>
<p>Dalam menyikapi acara – acara di televise misalnya, ada seorang yang hanya menyaksikan program – program acara yang bisa menambah wawasan pengetahuanya, mengembangkan pola pikirnya, dan menambah kecerdasan intlektualnya; mereka memanfaatkan acara – acara seperti dialog atau wawancara khusus dengan tokoh – tokoh untuk belajar cara mereka berfikir, berdebat, dan berdialog, menyampaiakan gagasan, berbahasa dengan baik, memahami suatu persoalan, mengemukan suatu pendapat, dan meyakinkan orang lain.</p>
<p>Sementara itu, ada seseorang yang hampir tidak pernah melewatkan tayangan sinetron – sinetron yang bercerita tentang kegagalan cinta, drama – drama sentimental atau film – film horror yang menyeramkan, atau film – film cerita fiktif yang jauh dari kenyataan dan kerap kali merusak moral.</p>
<p>Nah, mari kita lihat keadaan keduanya ini lima tahun atau sepuluh tahun kemudian; siapa diantara keduanya yang akan lebih banyak mengalami perkembangan diri dalam keahlian atau kecakapannya, seperti dalam kemampuan memahami suatu masalah, tingkat intlektualitas, kemampuan meyakinkan orang lain, dan menyikapi berbagai peristiwa?.</p>
<p>Dapat dipastikan, bahwa yang akan lebih mengalamai perkembangan diri adalah orang pertama. Bahkan, boleh jadi Anda akan mendapatkan orang yang pertama tadi ini mengalami perkembangan yang luar biasa dalam pembicaranya; lebih bermutu, lebih ilmiah, dan memiliki dasar – dasar teks syar’i, atau data – data riil yang nyata, dan angka – angka statistik yang lebih akurat.</p>
<p>Adapun orang yang kedua, setiap pembicaraanya kemungkinan besar akan lebih banyak berdasarkan pada perkataan para bintang sinetron, atau para penyayi yang menjadi idolanya.</p>
<p>Jadi benar kata pepatah,” Setiap bejana akan memercikan isinya.”</p>
<p>Sekaranag, mari kita melihat fenomena lainya lagi. Dalam membaca Koran dan majalah misalnya, berapa banyak orang yang mau mengarahkan perhatiannya kepada berita – berita yang bermanfaat dan pengetahuan – pengetahuan yang bisa wawasnya serta mendukung perkembangan kemampuan dan keahlianya?, Sungguh, sangat sedikit. Dan ironisnya, kebanyakan orang justru lebih suka membaca berita – berita hiburan atau olahraga saja. Walhasil, tidak mengherankan jika banyak Koran atau majalah yang berlomba – lomba untuk memperbanyak halaman olahraga dan hiburanya dengan menomorduakan berita – berita lain yang lebih bermanfaat. Inilah fenomena menyedihkan yang terjadi di tengah – tengah masyarakat zaman sekarang ini.</p>
<p>Dan Anda, jika ingin menjadi kepala, bukan menjadi ekor saja, berusahalah untuk senangtiasa mencari dan menggali keahlian – keahlian baru, di mana saja Anda berada. Lalu, latihlah diri Anda untuk mempraktekan keahlian – keahlian tersebut.</p>
<p>Dalam sebuah cerita, Abdullah adalah orang yang memiliki semangat tinggai untuk sukses, tetapi tidak memiliki beberapa kecakapan yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan tersebut. Dan ia, adalah orang yang sangat taat beragama dan rajin menjalankan ibadah.</p>
<p>Suatu hari, seperti biasa, ia pergi ke masjid untuk melaksankan sholay Zuhur berjamaah. Ia melakukan kebiasaan ini perhatiannya yang sangat besar terhadap shalat dan penghormatanya yang tinggi terhadap agama. Tampak, hari itu ia berjalan dengan cepat karana takut ketinggalan shalat berjamaah.</p>
<p>Di tengah perjalanan, ia melewati sebuah pohon kurma dan diatasnya terlihat seorang yang masih lengkap dengan pakaian kerjanya dan sibuk merawat buah – buah kurma. Abdullahpun heran dengan sikapnya yang tidak memperhatikan waktu shalat dan seolah –olah tidak mendengar azan.</p>
<p>Abdullah pun berteriak kepadanya, “ Turunlah, shalat terlebih dahulu.”</p>
<p>“Baik……., sebentar lagi juga selesai!.” Jawab orang itu denga sangat dingin.</p>
<p>Abdullah pun geram. “ Wahai Keledai, cepatlah turun dan shalat…!” teriaknya seraya menghardik.</p>
<p>Mendengar dirinya dipanggil Keledai, orang itu pun sontak bereaksi. “Aku keledai?”sergahnya sambil tangannya memotong sebuah dahan pohon kurma. Lalu, ia bergegasturun dari pohon untuk memukul kepala Abdullah dengan dahan tersebut.</p>
<p>Melihat reaksinya yang terlihat sangat marah, Abdullah langsung pergi meninggalakan tempat itu menuju ke masjid seraya menutupi mukanya dengan ujung surban agar ia tidak mengenalinya.<br />
Orang itu pun turun, tetapi sudah tidak menjumpai Abdullah. Ia pulang ke rumahnya, lalu mengerjakan shalat dan istirahat beberapa saat. Tak lama kemudian ia pergi ke kebunya lagi untuk melanjutkan pekerjaanya.</p>
<p>Waktu shalat Asar pun tiba. Dan seperti biasa, Abdullah juga bergegas pergi ke masjid untuk shalat berjamaah. Ketika melewati pohon kurma tadi, Abdullah melihat orang yang hampir memukulnya tadi siang masih berada di atas pohin itu. Namun, kali ini ia sudah sadar dengan kesalahan caranya dalam menegur orang tersebut. Maka, ia pun mengubah cara menegurnya.</p>
<p>“ Assalamu’alikum…, bagaimana keadaan Anda?” sapa Abdullah dengan santun.</p>
<p>“Alhamdulilah, baik – baik saja, “ jawab orang itu dengan ramah.</p>
<p>Lalu, Abdullah berkata, “Syukurlah…! Tapi, bagaimana dengan hasil panen buahmu tahun ini?”</p>
<p>“Alhamdulilah..!” jawabnya.</p>
<p>Abdullah berkata lagi, “Semoga Allah senagtiasa memberkatimu, menambah rezkimu, memudahkan segala urusanmu, dan membalas semua amal baik dan usaha kerasmu untuk menghidupi keluargamu ini.”</p>
<p>Orang itu merasa senag dengan doa Abdullah. Maka ia mengamininya dan mengucapkan terimaksih kepadanya.</p>
<p>Lalu, Abdullah berkata kepadanya, “ Namun, sepertinya Anda saat ini sangat sibuk sekali dengan pekerjaanmu ini, hingga Anda seperti tidak mendengar azan Asar. Coba perhatikan dengan baik, bukankah azan Asar telah dikumandangkan dan sebentar lagi iqamah akan terdengar? Nah, tidakkah lebih baik bila Anda turun sebentar untuk beristirahat, lalu berjamaah di masjid, dan setelah itu beru menlanjutkan lagi pekerjaan Anda ini. Dengan itu semua, semoga Allah senangtiasa menjaga kesehatan Anda.”</p>
<p>“Benar apa yang Anda katakana itu, dan aku akan segera turun, “ jawabnya dengan senag hati. Setelah sampai di bawah orang itu pun berjalan menemui Abdullah dan menyalaminya dengan hangat seraya berkata, “ Saya sangat berterimakasih kepada Anda atas semua nasihat baik ini. Karena, waktu Zuhur tadi saya sempat jengkel terhadap seseorang yang menyebutku keledai. Sungguh, jika bertemu dengannya lagi, saya pasti akan memberinya pelajaran!”</p>
<p><em><strong>“Kecakapan – kecakapan Anda dalam berhubungan dengan orang lain akan sangat menentukan cara orang lain berhubungan dengan Anda”. </strong><em></em> </em></p>
<p>@Salam Sukses Sejahtera, Sahabat Perawat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatperawat.com/2013/03/kembangkan-dirimu-wahai-perawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diagnosa Keperawatan terkait Gangguan Disosiatif &#8220;Distrubed Personality Identity&#8221;</title>
		<link>http://sahabatperawat.com/2013/02/diagnosa-keperawatan-terkait-gangguan-disosiatif-distrubed-personality-identity/</link>
		<comments>http://sahabatperawat.com/2013/02/diagnosa-keperawatan-terkait-gangguan-disosiatif-distrubed-personality-identity/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2013 01:19:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Perawat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatperawat.com/?p=1076</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa Diagnosa Keperawatan terkait Gangguan Disosiatif; -Distrubed personality identity (Gangguan identitas personal) -Distrubed thought prosses (Gangguan proses berfikir) -Impaired home... <a href="http://sahabatperawat.com/2013/02/diagnosa-keperawatan-terkait-gangguan-disosiatif-distrubed-personality-identity/" class="more-link">more</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa Diagnosa Keperawatan terkait Gangguan Disosiatif;</p>
<p>-Distrubed personality identity (Gangguan identitas personal)<br />
-Distrubed thought prosses (Gangguan proses berfikir)<br />
-Impaired home maintenance<br />
-Interrupted family prosses (Ganguan proses keluarga)<br />
-Risk for self-directed violence (Resiko kekerasan terhadap diri sendiri)<br />
-Risk for other-directed violence (Resiko kekerasan terhadap orang lain)<strong></p>
<p>Distrubed personality identity</strong></p>
<p>Definition<br />
Ketidakmampuan untuk mempertahankan integrasi dalam sendiri dan persepsi yang utuh tentang diri sendiri.</p>
<p>Assement<br />
-Tingkat kecemasan atau depresi tentang persepsi diri<br />
-Status keluarga; termasuk metode yang digunakan untuk mengatasi konflik<br />
-Perubahan pola tidur atau pola makan<br />
-Stutus kebudayaan adat istiadat</p>
<p>Defining Characteristics<br />
-Kontradiksi / pertentangan atas persepsi personal<br />
-Diskripsi delusional atas diri ( khayalan )<br />
-Gangguan citra diri<br />
-Kerusakan relasi (hubungan dengan orang lain)<br />
-Merasakan suatu kehampaan diri<br />
-Kebingungan gender<br />
-Ketidakefektifan dalam menjalankan peran<br />
-Ketidakefektifan koping</p>
<p>Expected Outcomes<br />
-Klien akan merasakan mendapatkan keamanan<br />
-Klien akan mengidentifikasi identitas personal dengan stimulus internal mapun external<br />
-Klien akan mendapatkan nutrisi yang adekuat<br />
-Klien akan menentukan sebuag tujuan dan memilih langkah yang realistic untuk mencapainya<br />
-Klien akan menuliskan sumber koping yang bisa didapatkan ketika dibutuhkan<br />
-Klien akan meniggalkan penggunaan obat – obatan terlarang<br />
-Klien akan mendapatkan perlindungan untuk hidup secara aman</p>
<p>Suggest NOC Outcome<br />
Coping; Self-esteem; Impulse Self Control; Distorted Thought Self Control</p>
<p>Intervention And Rationales<br />
-Pastiakan selalu dalam pengawasan terhadap prilaku bunuh diri atau yang membahayakan, melukai diri sendiri, membakr atau menyayat tubuh. Kaji apa yang memyebakan muntah atau penolakan terhadap makanan. Klien dengan diagnosa ini beresiko untuk bunuh diri dan kekurangan nutrisi.<br />
-Membuat sebuah kontak “keamanan” dengan klien. Jadwalkan pertemuan dengan klien untuk member kesempatan mengekspresikan perasaan dan pengalaman. Menunjukkan rasa penerimaan dan kepeduliaan kepada klien membuat klien merasa aman dan termasuk mengupayakan kesembuhan.<br />
-Perintahkan klien untuk menulis tentang perasaannya dan usaha koping terhadap permasalahan dalam sebuah buku catatan pribadi. Menulis dapat meningkatkan insight klien dan kemampuan mengontrol emosi.<br />
-Terima rasa pemberontakan kilen dengan baik. Ingatkan tentang resiko kesehatan dan berikan ekspresi yang sesuai. Ekspresi yang sesuai dari dapat meningktkan harga diri dan mempromosikan kebahagaiaan.<br />
-Arahkan klien untuk pergi ke pelayanan kesehatan jiwa untuk pengobatan dan menejemen gejala. Ganguan Identitas Personal memerlukan pelayanan perawatan jiwa.</p>
<p>Suggested NIC Intervention<br />
Enviromental Management; Safety; Self Esteem Enhancement; Coping Enhancment; Role Enhancement.</p>
<p>Evalutions for Expected Outcome<br />
-Klien mengekspresikan rasa keakraban dengan diri sendir dan orang lain (resiko kekerasan berkurang)<br />
-Klien tidak ketergantungan dengan obat – obatan terlarang<br />
-Klien meceritakan tujuan dan langkah untuk mencapainya secara realistik<br />
-Klien mendapatkan tempat yang aman untuk hidup<br />
-Klien mengembangkan kemampuan memanfaatkan sumber koping yang ada</p>
<p>(Sahabat Perawat). &#8220;Berbagi semangat dalam jalan keperawatan&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatperawat.com/2013/02/diagnosa-keperawatan-terkait-gangguan-disosiatif-distrubed-personality-identity/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ganguan Disosiatif</title>
		<link>http://sahabatperawat.com/2013/02/ganguan-disosiatif/</link>
		<comments>http://sahabatperawat.com/2013/02/ganguan-disosiatif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2013 17:19:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Perawat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keperawatan Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatperawat.com/?p=1072</guid>
		<description><![CDATA[Secara umum gangguan disosiatif (dissociative disorders) bisa didefinisikan sebagai keadaan adanya kehilangan (sebagian atau seluruh) dari integrasi normal (di bawah... <a href="http://sahabatperawat.com/2013/02/ganguan-disosiatif/" class="more-link">more</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Secara umum gangguan disosiatif (dissociative disorders) bisa didefinisikan sebagai keadaan adanya kehilangan (sebagian atau seluruh) dari integrasi normal (di bawah kendali sadar) yang meliputi ingatan masa lalu, kesadaran identitas dan pengindraan segera (awareness of identity and immediate sensations), serta control terhadap gerak tubuh.</p>
<p>Ganggaun disosiatif adalah respon dari sebuah rasa kecemasan. Respon kecemasan yang berupa serangkaian mekanisme koping untuk mengurangi sampai meniadakan rasa kecemasan yang dialami. Sebuah teori menyatakan bahwa seorang bisa mengalami ganguan disosiatif jika memikirkan suatu permasalahan dengan terus menerus secara tidak wajar, sehingga sistem kognitif membuat suatu koping untuk melupakan permasalah tersebut sampai pada tingkat keadaan disosoatif. </p>
<p>Istilah lain untuk ganguan disosiatif adalah konversi; yang diartikan sebagai afek (perasaan sesaat) yang tidak menyenangkan yang timbul karena permasalah psikologis yang tidak dapat ditangani dan muncul dalam bentuk gejala klinis.</p>
<p>Ada empat gejala klinis ganguan disosiatif; .<br />
-Amnesia Disosiatif<br />
-Fugue Disosiatif<br />
-Ganguan Indentitas Disosiatif<br />
-Ganguan Depersonalisasi</p>
<p>Pembagian ini didasarkan pada gejala klinis dan tanda yang khas dari setiap ganguan disosiatif tersebut.</p>
<p><strong>Amnesia Disosiatif</strong></p>
<p>Amnesia sendiri dibedakan menjadi dua macam, amnesia yang desebabkan karena faktor fisiologis dan amnesia yang disebabkan karena faktor psikologis, amnesia yang disebabkan karena faktor psikologis sering disebut dengan amnesia disosiatif. Ganguan disosiatif jenis ini memliki khas berupa kehilangan ingatan akan informasi – informasi personal yang penting, nama bapak, nama anak, rumah, no hp, dll, akan tetapi masih memiliki kemampuan untuk berfikir secara normal, melakukan aktifitas sehari – hari, dan menyalurkan bakat. Biasanya gejala ini muncul setelah adanya fase kesemasan yang sangat dikarenakan sebuah kesedihan atau peristiwa traumatic tertentu. </p>
<p><strong>Fugue Disosiatif</strong></p>
<p>Pada fugue disosiatif gejala nampak seperti amnesia disositif dengan tingkat kelupaan akan informasi personal yang lebih berat. Dengan tanda khas yang membedakan dengan gejala disosiatif lainya berupa berjalan keluar rumah secara tidak sadar menuju kesuatu tempat yang baru untuk mencari suasana atau sensasi baru. Orang dengan gejala ini nampak seperti orang normal yang berpergian karena masih dapat melakukan Activity Daily Living (ADL) yang baik / masih bisa mengurus diri sendiri.</p>
<p><strong>Gangguan Identitas Disosiatif</strong></p>
<p>Gangguan Identitas Disosiatif sering diistilahkan dengan ganguan kepribadian ganda / multiple. Karena orang dengan gejala ini memiliki beberapa kepribadian yang berbeda dalam dirinya. Antara keperibadian dalam dirinya bebas, tidak berhubungan dan tidak saling mempengarui, setiap dari kepribadian memilki kontrol masih – masih atas tubuh. Perpindahan keperibadian ini bisa berlangsung kapanpun dan dimanapun, biasanya karenakan suatu perasaan/ingatan terhadap suatu peristiwa yang traumatik yang pernah dialami dalam hidup. Contoh kisah nyata yang dibukukan adalah kisah seorang dengan 24 kepribadian yang berbeda, “24 wajah Billy”.</p>
<p><strong>Ganguan Depersonalisasi</strong></p>
<p>Keadaan dimana seseorang mengalami perubahan persepsi akan keadaan diri sendiri. Orang dengan gejal ini seperti merasakan pengalaman baru atas kondisi tubuhnya dikarenakan adanya perubahan persepsi sensori, misalnya ukuran tangan dan kaki mereka berubah secara drastis, atau suara mereka terdengar asing bagi mereka sendiri. Gejala depersonalisasi timbul bersamaan dengan rasa stress yang mendadak yang mempengarui persepsi sensori.</p>
<p>(Sahabat Perawat)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatperawat.com/2013/02/ganguan-disosiatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Jalan, &#8220;Sehat &amp; Sakit&#8221;</title>
		<link>http://sahabatperawat.com/2013/01/dua-jalan-sehat-sakit/</link>
		<comments>http://sahabatperawat.com/2013/01/dua-jalan-sehat-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2013 02:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Perawat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatperawat.com/?p=1065</guid>
		<description><![CDATA[Terminologi kata sehat dan sakit pasti selalu ada dalam sebuah peradaban umat manusia kapanpun. Kedua kata ini seakan menjadi sebuah... <a href="http://sahabatperawat.com/2013/01/dua-jalan-sehat-sakit/" class="more-link">more</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Terminologi kata sehat dan sakit pasti selalu ada dalam sebuah peradaban umat manusia kapanpun. Kedua kata ini seakan menjadi sebuah kata wajib hasil komunikasi dalam keseharian. Karena keduanya merupakan bentuk ekspresi manusia dalam berinteraksi dengan segala hal. Meski bentuk ekspresi berbeda setiap budaya (peradaban), inti permasalahan pasti tidak jauh dari kedua kata tersebut, sehat atau sakit. </p>
<p>Banyak teori dengan berbagai sudut pandang mencoba mengartikan apa itu sehat apa itu sakit. Dari yang hanya melihat manusia sebagai makhluk biologis sampai ke kaca mata metafisika. Semuanya berusaha menguatkan dan mengarahkan pemahaman serta memberi wawasan tentang arti sebuah kata sehat dan sakit.</p>
<p>Dari berbagai arti tersebut kita diperbolehkan untuk memilih, mana yang lebih sesuai dengan pemikiran kita. Akan tetapi dari kebebasan yang telah diberikan jangan sampai membuat kita salah pilih.  Karena pilihan kita tentang pemahaman sehat dan sakit akan mempengarui prilaku dan cara bersikap terhadap kedua keadaan tersebut.</p>
<p>Seorang yang mengartikan bahwa sehat itu adalah suatu yang stagnant, tetap, dan hanya suatu keadaan, maka dia akan sangat senang, gembira, percaya diri berlebihan yang mengarah pada kelalaian dengan keadaan tubunya yang sehat. Anggapan dia adalah badan akan tetap sehat, keadaan akan terus seperti ini selamanya. Sehingga menjadi lupa bersyukur dan panjang angan – angan dengan sehatnya. Sedang seorang yang menganggap sakit seperti keadaan sehat yang stagnant, tetap, maka akan merasakan sedih, putus asa dan tidak berharap akan datang kesembuhan , jauh dari kesabaran dan ketabahan karena anggapan bahwa dia akan tetap dalam keadaan sakit selamanya.</p>
<p>Baiknya pemahaman menentukan baiknya sikap. Memahami hakekat suatu keadaan dengan benar akan menuntun seseorang bersikap dengan tepat dan benar . Sehingga kebaiakan dan kebaikan yanga akan didapat.</p>
<p>Ada berbagai pendapat tentang sehat dan sakit, sedang kami memilih memahami kedua kata tersebut bukan sebagai suatu keadaan yang stagnant,tetap, melainkan sebuah perjalanan yang penuh dengan keajaiban dan ketidak pastian. Sebuah perjalanan yang diawali dari sebuah keadaan dan akan sampai pada suatu keadaan.</p>
<p>Semisal ada seorang yang sedang sakit, sesungguhnya orang tersebut sedang dalam sebuah perjalanan yang akan diakhiri dengan berbagai kemungkinan keadaan, bisa berakhiri dengan kematian, bisa berakhiri dengan kesehatan (pulih/membaik), bisa pula dengan keparahan (bertambah sakit). Sedang orang yang sedang dalam perjalanan sehat, juga memiliki tujuan akhir perjalanan dengan berbagai kemungkinan, bisa berakhiri dengan sakit, bisa berakhir dengan yang lebih baik (tingkat kesehatan meningkat). “Karena setiap perjalanan pasti memiliki tempat pemberhentian”.</p>
<p>Manusia tidak akan lepas dari kedua perjalanan tersebut sudah seharusnya menyadari keadaan jalan – jalan yang akan dilewati. Memahami aturan mainya dan mengetahui strateginya sehingga kesejahteraan, kebahagiaan dan ketenangan diharapakan selalu menyertai dalam perjalanan sehat atau sakit. Rahasianyapun telah Allah berikan, berupa dua kunci yang sama – sama menyelamatkan yaitu kesabaran dan syukur.<br />
Jika sedang berjalan di jalan sehat maka bersyukurlah, agar Allah menambah nikmatNya, menambah rahmatNya, bersyukur dengan berusaha menjaga kesehatan dan beramal sholeh. Dengan begitu kita berharap Allah akan mengarahkan perjalanan ke pemberhentian yang baik, dan membuat kita tidak lalai dengan nikmat sehatnya. “ Siapa yang bersyukur Allah akan tambah nikmatnya “</p>
<p>&#8220;Bila kamu bersyukur pasti akan aku tambah (nikmat-Ku) untukmu dan jika kamu kufur maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih&#8221; Q.S. Ibrohim (14): 7.</p>
<p>Jika sedang berjalan di jalan sakit maka bersabarlah, agar Allah menolong kita atas kesabaran. Bersabar dari keadaan sakit dengan tabah, ikhlas dan syukur. Dengan harapan Allah akan memberhentikan kita di sebuah pemberhentian yang baik dan berkah, bila di keadaan sehat, maka kesehatan itu akan bermanfaat bagi kehidupan,  bila di keadaan yang lebih parah, maka keparahan itu dapat mendekatkan kita kepada Allah, dan bila di kematian, maka kematian itu termasuk daalam khusnul khotimah.</p>
<p>“Sungguh setiap perjalanan itu sudah ada yang mengaturnya, nikmati perjalananmu dengan keimanan dan keikhlsan karena tempat pemberhentian terbaik hanya untuk mereka yang bersabar dan bersyukur”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatperawat.com/2013/01/dua-jalan-sehat-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesehatan Spritual ; “Tiga Pertanyaan Penting”</title>
		<link>http://sahabatperawat.com/2013/01/kesehatan-spritual-tiga-pertanyaan-penting/</link>
		<comments>http://sahabatperawat.com/2013/01/kesehatan-spritual-tiga-pertanyaan-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2013 01:18:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Perawat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keperawatan Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Holistik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatperawat.com/?p=1061</guid>
		<description><![CDATA[Membicarakan keindahan islam dalam berbagai bidang kehidupan seperti mengawali perjalanan yang amat panjang, bertujuan tapi tak berakhir. Bertujuan, karena berangkat... <a href="http://sahabatperawat.com/2013/01/kesehatan-spritual-tiga-pertanyaan-penting/" class="more-link">more</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Membicarakan keindahan islam dalam berbagai bidang kehidupan seperti mengawali perjalanan yang amat panjang, bertujuan tapi tak berakhir. Bertujuan, karena berangkat dari wahyu Allah dan akan bermuara pada kuatnya keyakinan. Tak berakhir, karena berkembang mengikuti kemajuan peradaban. Dalam semua bidang!, teknologi, pertanian, astronomi, perhitungan dan kedokteran, semuanya seolah – olah ingin mengatakan pada manusia “ <em>Amalkan islam dan kebaikan akan bersamamu, untuk jiwa dan tubuhmu</em> “.</p>
<p>Berbicara islam dalam ilmu kesehatan akan sangat menakjubkan,  keajaiban yang ilmiah dan tersistem membuat kita tertegun – tegun keheranan penuh keyakinan “ inilah kuasa Allah “. Di berbagai ranah bidang kesehatan telah tercukupkan dengan islam,dalam kesehatan lingkungan, kesehatan komunitas, kesehatan kerja, dan kesehatan spiritual semuanya telah dijelaskan dalam agama yang hanif ini. Dan artikel ini ditulis bukan untuk mejelaskan tentang keajaiban atau hal baru yang tentunya sangat dinanti, melainkan hanya sedikit ulasan untuk tambahan tsaqofah kesehatan spiritual bagi seorang muslim.    </p>
<p>Mengulas tentang kesehatan spiritual, yang mungkin jarang sekali didengar di tengah – tengah masyarakat kita. Sering timbul pertanyaan – pertanyaan mengenai permasalahan ini, apa sebenarnya kesehatan spiritual itu?, apa pengaruhnya bagi kehidupan pribadi dan masyarakat?, bagaimana sakit spiritual itu?, kenapa sakit spiritual?, apa obatnya?.  Dan banyak lagi pertanyaan yang akan terus diajukan, mengingat penting dan membingungkanya permaslahan ini, lebih – lebih di negara kita yang mayoritas berkeyakinan dan beragama.</p>
<p><em>Keutuhan manusia itu terdiri dari fisiologi, psikologi, sosiologi,dan spiritual</em> ( Farran,1985 ). Karenanya tidak benar jika dikatakan bahwa kesehatan spiritual itu adalah bagian dari kesehatan psikologi. Hanya saja keempat dimensi itu bisa saling mempengarui. Dan spiritual berfungsi sebagai  penyatu dari demensi lainnya. Sehingga tak heran spiritual dapat mempengaruhi semua tindakan kita, baik secara sadar maupun tidak. Sudah banyak para ahli yang meneliti hubungan antara spiritual seseorang  dengan berbagai hal, dan didapat kejelasan bahwa semua tindakan dan perbuatan saat sehat maupun saat sakit berawal dari faktor ini. </p>
<p><em>Kesehatan spiritual adalah suatu kondisi yang ditandai oleh sebuah penguatan hidup, kedamaian, keselarasan, dan perasaan saling berhubungan dengan Tuhan, dirinya, komunitas, dan lingkungan yang pemeliharaan dan keseluruhan ternama</em> (Greer dan Moberg, 1998). Definisi kesehatan spiritual ini paling banyak disebutkan dalam buku ajar kesehatan.</p>
<p>Sehingga dikatakan sehat spiritual jika seseorang sudah mendapat kejelasan tentang hakekat kehidupanya di dunia, tentang hubungan antara manusia dengan  semua yang ada di bumi, dan tentang hubungan antara hubungan manusia dengan Allah.  Dan ini juga yang dijelaskan oleh Stoll (1989), yang menguraikan bahwa spiritualitas sebagai konsep dua dimensi: dimensi vertikal adalah hubungan dengan Tuhan atau Yang Maha Tinggi yang menuntun kehidupan seseorang, sedangkan dimensi horizontal adalah hubungan seseorang dengan diri sendiri, dengan orang lain dan dengan lingkungan. Dan Alhamdulilah semuanya sudah tercukupkan dalam Islam.</p>
<p>Sering kali permasalahan – permasalah yang berhubungan dengan kesehatan spiritual  terjadi karena faktor internal ( dalam diri ), mungkin bisa jadi dikarenakan belum kuatnya konsep spiritual yang mencakup ilmu dan amal dalam pribadi seseorang. Ilmu akan mempengaruhi pengetahuan dan kejelasan tentang apa yang diyakini sedangkan amal akan menguatkan ilmu dan menggoreskan kesan dalam jiwa. </p>
<p>Berharap sedikit memberikan gambaran tentang permasalahan spiritual, sesuai dalam Keilmuan Keperawatan ( kesehatan ), ada bebarapa keadaan yang berhubungan dengan permasalahan spiritual , diantaranya;</p>
<p>- Distres Spritual ; Adanya gangguan kemampuan untuk mengalami dan mengintegrasikan makna dan tujuan hidup.<br />
- Ketakutan yang berhubungan belum siap untuk menghadapi kematian dan pengalaman kehidupan setelah kematian.<br />
- Keputusasaan berhubungan dengan keyakinan bahwa tidak ada yang peduli pada dirinya termasuk Allah.<br />
- Risiko tindakan kekerasan terhadap diri sendiri berhubungan dengan perasaan bahwa hidup ini tidak berarti.</p>
<p>Dan masih banya lagi yang belum dituliskan semuanya dalam kesempatan ini.</p>
<p>Beberapa permasalahan yang telah dituliskan diatas terjadi bukan karena alasan, karena hujan tak akan turun sebelum mendung terjadi. Rapuhnya nilai spiritual pada diri seseoranglah yang menjadi sebabnya. Kerapuhan yang bersumber dari keragu – raguan dan ketidaktahuan, tentang konsep kehidupan yang sebenarnya. Dan dalam setiap proses pengkajian keadaan spiritual akan diajukan beberapa pertanyaan yang kurang lebih mengenai pokok dari pondasi spiritual seseorang.      </p>
<p>Tentang;<br />
-Apa tujuan dan arti hidup bagi Anda ?.<br />
-Apa tujuan dan arti kematian bagi Anda?.<br />
-Bagaiamana Hubungan Anda dengan Allah, dengan diri sendiri dan dengan orang lain?.</p>
<p>Ketiga pertanyaan diatas sudah mencukupkan untuk mengkaji kesehatan spiritual sesorang , dan jawaban dari pertanyaan tersebut bisa saja berupa keraguan ataupun kejelasan, tergantung sistem nilai dan keilmuan tentang nilai spiritual.</p>
<p>Dan sekarang giliran Anda menanyakan ketiga pertanyaan tersebut kepada hati Anda dengan jujur dan tulus, temukan segera kepastian, “Apakah kejelasan atau keraguan?”.  Jika keraguan yang didapat, maka segeralah membuka Al –Qur’an dan kembali ke islam. Kembali belajar tentang kehidupan dan kematian, agar tidak sesat dijalan keraguan dan kebingungan spiritual. Dan sudah berapa banyak professor dari berbagai keilmuan yang dibingungkan dengan pertanyaan tersebut, mereka membuka buku keilmuanya untuk menjelaskan tentang hidup dan mati akan tetapi bukan ketenangan spiritual yang didapat melainkan hanya lelah, letih dan kegelisahan, karena menghapuskan Al &#8211; Qur’an dalam daftar pustakanya. Wa Allahu A’lam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatperawat.com/2013/01/kesehatan-spritual-tiga-pertanyaan-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Perawat Butuh Motivasi?</title>
		<link>http://sahabatperawat.com/2013/01/mengapa-perawat-butuh-motivasi/</link>
		<comments>http://sahabatperawat.com/2013/01/mengapa-perawat-butuh-motivasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2013 00:15:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Perawat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatperawat.com/?p=1058</guid>
		<description><![CDATA[Profesi ini adalah profesi yang uniknya luar biasa, karenanya memang butuh orang – orang yang bukan biasa. Dua puluh empat... <a href="http://sahabatperawat.com/2013/01/mengapa-perawat-butuh-motivasi/" class="more-link">more</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Profesi ini adalah profesi yang uniknya luar biasa, karenanya memang butuh orang – orang yang bukan biasa. Dua puluh empat jam / satu hari satu malam bersama lebih dari satu orang klien ( kalau ndak salah, di Indonesia idealnya satu perawat untuk 10 klien yah? <img src='http://sahabatperawat.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Membersamai klien dalam keadaan yang bermacam &#8211; macam, ada yang terbaring lunglai dengan deficit self care, ada yang duduk diam dengan kerusakan pola interaksi, dan ada pula yang sering despresi. </p>
<p>Disinilah tanggung jawab profesi ini, menjawab dengan pasti yang namanya 3K. Ketidak Mampuan, Ketidak Mauan, dan Ketidak Tahuan. Yang tentunya semua bisa muncul karena suatu keadaan dan kondisi. “<em>Eh…eh.. stop dulu bro</em>”, Coba renungkan sebentar  singkatan 3 K yang ada diatas. </p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Keperawatan memang profesi yang hebat kan?!, saat orang tidak mampu melakukan sesuatu atas apa yang terjadi pada dirinya, perawat memampukanya.  Saat orang tidak mau melakukan sesuatu untuk kebaikan dirinya, perawat memaukanya ( memotivasinya ), dan saat seseorang tidak tahu apa yang yang harus dilakukanya,  perawat memberitahunya ( mengedukasi ). Luar biasa!, karenanya tepat pula keperawatan disimbolkan dengan teko berapi, yang bercahaya dan member arti.</p>
<p>Tiga hal ini adalah hal yang sangat menantang, Memampukan, Memaukan ( memotivasi ), dan Menaukan ( mengedukasi ), lebih – lebih obyeknya adalah manusia, yang kompleks, holistik, dan multifaktor. Orang biasa jelas tak mungkin bisa melakukannya, karena hal ini memang luar biasa!. Karena itu yang luar biasa ini dipikulkan kepada profesi yang luar biasa pula, profesi keperawatan tentunya.</p>
<p>Harap mulai tumbuh kesadaran dalam hati insan dengan seragam putih, bahwa klien menginginkan yang seperti ini. Saat seorang lemah tak berdaya lesu dan tidak mampu, dia berharap datang seorang perawat dengan senyum ramahnya berusaha untuk membantu dan memampukannya untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Saat seorang mulai frustasi dengan segala usaha dan upaya atas apa yang telah dilakukan untuk dirinya, dia berharap perawat datang dengan seribu kata motivasi berbalut cinta dan kasih untuk memotivasinya, sehingga tersentak hati untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Saat seorang merasa cemas, takut dan enggan melakukan sesuatu karena ketidaktahuan, dia berharap perawat memberitahunya dengan kata tulus sehingga hilang kecemasan dan ketakutan.</p>
<p>Dari beberapa kalimat diatas, dapat dibayangkan bahwa harapan itu memang begitu besar dan amanah itu memang begitu berat, sehingga memang butuh jiwa yang selalu prima dan fisik yang kuat membaja.</p>
<p>Sedang disis lain, perawat juga manusia. Mereka juga berjalan diatas garis rentang seperti kliennya. Diantara dua ujung yang sangat berketerbalikan, antara sehat dan sakit. Lebih – lebih dalam rentang motivasi dan semangat diri, antara melemah dan menguat. Disisi inilah kami sering mengamati, bagaiamana kiranya agar perawat terus maju menuju ujung kuatnya motivasi, atau paling tidak perawat tidak mundur kearah melemahnya motivasi.</p>
<p>Dan untuk itu perawat perlu motivasi, perawat perlu api semangat dan embun cinta yang menjelma dalam rajutan kata nan indah dan berkharisma. Sebuah kata yang bisa menyihir hati untuk memampukan, memaukan dan mengetahukan. Sehingga akan tampak berseri setiap pagi wajah – wajah para perawat dan akan tampak tegap berenergi setiap sore. Sungguh perawat butuh motivasi untuk menjalani profesi yang lebih berarti. Salam Sahabat Perawat!!, Sukses SEJAHTERA!.       </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatperawat.com/2013/01/mengapa-perawat-butuh-motivasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sehat Dalam Islam : Konsumsi atau Investasi ?</title>
		<link>http://sahabatperawat.com/2013/01/sehat-dalam-islam-konsumsi-atau-investasi/</link>
		<comments>http://sahabatperawat.com/2013/01/sehat-dalam-islam-konsumsi-atau-investasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2013 10:08:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Perawat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatperawat.com/?p=1056</guid>
		<description><![CDATA[Mendengar kata konsumsi dan investasi sudah merupakan hal biasa dalam dunia wirausaha, kedua berbicara tentang keuntungan dan kebutuhan manusia. Jika... <a href="http://sahabatperawat.com/2013/01/sehat-dalam-islam-konsumsi-atau-investasi/" class="more-link">more</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Mendengar kata konsumsi dan investasi sudah merupakan hal biasa dalam dunia wirausaha, kedua berbicara tentang keuntungan dan kebutuhan manusia. Jika bertanya pada pakar bisnis,Investasi diartikan mengeluarkan sejumlah uang atau menyimpan uang pada sesuatu dengan harapan suatu saat mendapat keuntungan financial. Dan jika bertanya kepada pakar ekonomi, kata konsumsi diartikan adalah semua penggunaan barang dan jasa yang dilakukan manusia guna memenuhi kebutuhan hidupnya. </p>
<p>Lalu bagaimana jika seandainya kedua kata tersebut, investasi dan konsumsi dikaitkan dengan kesehatan, dan diajukan pertanyaan “ Kesehatan itu konsumsi atau investasi? “.</p>
<p>Tentunya jika kita melihat fakta yang terjadi disekitar kita, pertanyaan tersebut akan terjawab dengan jelas dan tegas bahwasanya kesehatan itu adalah konsumsi. Karena sering kita melihat keluarga, tetengga, dan teman – teman kita merasakan butuh kesehatan saat sakit menimpanya. Disaat badan terasa tidak enak, kepala pusing, sesak nafas, tekanan darah naik dan jantung melemah kita akan mendengar mereka yang sakit berucap “saya ingin sehat lagi”. Disaat seperti itulah dikatakan bahwa dia dalam kondisi memerlukan jasa pengobatan untuk mencukupi kebutuhannya akan terhindar dari rasa sakit.</p>
<p> Sedang sebagai investasi? masih jarang kita lihat dan dengar dengan mata dan telinga yang mengamalkan selogan sehat itu investasi. Dan mungkin hanya di brosur dan pamflet produk – produk herbal  yang berharga mahal slogan itu tertulis, sehingga terkesan kesehatan itu investasi “ bagi orang berduit “. Sedang yang miskin berguman “buat makan saja sulit, mikir investasi kesehatan“. Karenanya mungkin jadi saat ditanya apakah sehat itu investasi? sebagaian golongan mengatakan “ iya benar, investasi “, dan sebagaian golongan lagi mengatakan “ iya benar, tapi kami belum mampu.”</p>
<p>Lalu bagaimana dengan kita umat islam menyikapi hal yang seperti ini?, apakah sama dengan keadaan orang awam pada umumnya?. Tentunya sudah pasti umat islam yang berpondasi pada Al – Qur’an dan As – Sunnah memiliki gaya tersendiri dalam menyikapi hal ini.</p>
<p>Ajaran agama islam berhiasakan dengan keindahan dan kebermanfaatan, berada diantara dua hal dengan seimbang dan sempurna, ibarat suatu neraca  timbangan yang selalu seimbang dan tidak berat sebelah. Sehingga akan mengalir kebaikan ke dalam diri seperti mengalirnya air sungai yang tak pernah berhenti, dan memancar kebaikan ke orang lain seperti pancaran sinar mentari di siang hari,  bagi mereka yang mengamal islam setulus hati. Dengan perinsip ini, jika islam ditanya tetang konsumsi dan investasi dalam kesehatan, jawaban indah, cerdas dan propusionalah yang akan kita dapatkan.</p>
<p>Jika konsumsi kesehatan diartikan sebagai semua penggunaan barang dan jasa yang dilakukan manusia guna memenuhi kebutuhan akan kesehatan dalam hidupnya. Dan Investasi diartikan mengeluarkan sejumlah uang atau usaha dengan harapan mendapat keuntungan kesehatan. Maka islam akan menjawab, “ Kesehatan itu konsumsi pada waktunya, dan investasi pada waktunya “,</p>
<p>Kesehatan itu konsumsi pada waktunya?</p>
<p>Saat kita sedang sakit berbaring lemah di atas tempat tidur, tubuh tak berdaya, hati tak nyaman dan fisik mulai tergangu, tekanan darah naik, detak jantung melemah, panas tubuh meningkat. Dan kita sudah tidak bisa bersabar untuk menahan diri dari rasa sakit, Disaat yang seperti inilah islam menganjurkan untuk segera berobat, segera mengkonsumsi kesehatan, dan menjadikan pulih dari sakit menjadi kebutuhan. Sesuai dengan apa yang beliau Rasulullah perintahkan kepada pengikutnya yang tercatat dalam sebuah hadist “Ya wahai sekalian hamba Allah, berobatlah kalian. Karena sesungguhnya Allah tidak menciptakan suatu penyakit melainkan menciptakan juga obat untuknya kecuali satu penyakit.” Mereka bertanya, “Penyakit apakah itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Yaitu penyakit tua (pikun).” (HR. Abu Daud no. 3357 dan At-Tirmizi no. 1961).</p>
<p>Kesehatan itu investasi pada waktunya?</p>
<p>Kalau investasi dalam ekonomi diartikan mengeluarkan sejumlah uang atau menyimpan uang pada sesuatu dengan harapan suatu saat mendapat keuntungan financial. Sedang investasi dalam kesehatan diartikan mengeluarkan sejumlah uang atau usaha ( amalan ) dengan harapan tubuh dan jiwa kita tetap sehat dan bugar. Maka hal yang seperi ini “ investasi kesehatan “ dalam islam sudah banyak diperintahkan dalam Al – Qur’an dan As &#8211; Sunnah. Dan untuk menjelasakan hal yang demikian dalam islam tentunya sangat mudah sekali bagi kita untuk mengulasnya. Karena sudah puluhan penelitian yang dilakukan dan sudah ratusan karya ilmiah yang dipublikasikan, semua seolah sepakat mendeklarasikan bahwa setiap amalan dalam islam pasti bermanfaat untuk kesehatan kita. Disetiap rukuk dalam sholat, disetiap basuhan air dalam wudhu, dan disetiap perintah dalam amalan, semuanya merupakan investasi yang berharga bagi orang yang mengharap kesehatan jiwa dan raga. Wa Allahu A’lam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatperawat.com/2013/01/sehat-dalam-islam-konsumsi-atau-investasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makna &#8221; SEJAHTERA&#8221; ?</title>
		<link>http://sahabatperawat.com/2013/01/makna-sejahtera/</link>
		<comments>http://sahabatperawat.com/2013/01/makna-sejahtera/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jan 2013 00:38:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Perawat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Holistik]]></category>
		<category><![CDATA[Trans - Cultural Nursing]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatperawat.com/?p=1049</guid>
		<description><![CDATA[Sering kita menemukan kata sejahtera dalam artikel – artikel kesehatan dengan berbagai arti. Biasa berhubungan dengan kualitas hidup dan fungsi... <a href="http://sahabatperawat.com/2013/01/makna-sejahtera/" class="more-link">more</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sering kita menemukan kata sejahtera dalam artikel – artikel kesehatan dengan berbagai arti. Biasa berhubungan dengan kualitas hidup dan fungsi diri. Secara pasti definisi kata sejahtera sangat beragam dan pada akhirnya dikembalikan ke individu untuk memilih mana yang paling sesuai dengan pemahamanya. Bahkan kebebasan mendefinisikan kata sejahtera sampai pada tahap pembebasan pada seseorang untuk memberi makna / mengartikan kata sejahtera. Sehingga saat kita menanyakan definisi kata sejahtera pada setiap orang pasti kita akan mendapat berbagai macam jawaban unik yang syarat dengan subyektifitas.</p>
<p>Namu perlu bagi kita mengetahui arti kata sejahtera menurut pandangan para pakar “kesejahteraan” yang tentunya memiliki cara pandang dan wawasan yang lebih luas mengenai kata tersebut. Dalam sebuah buku yang berjudul “ High &#8211;  Level Wellness “ yang ditulis oleh Halbert L.Dunn (penemu teori wellness movement),  Dunn menjelaskan tentang cakupan arti kata wellness/sejahtera.  Menurut dia esensi arti dari kata sejahtera adalah, (1) Memaksimalkan segala potensi dalam diri untuk mencapai fungsi yang optimal dalam kehidupan sehari – hari dan setiap keadaan; (2) memandang seseorang secara menyeluruh dari berbagai dimensi ( total person ), dimensi fisik, mental, emosi dan spiritual; (3) menjaga keseimbangan dan menyelaraskan keunikan dalam diri dengan lingkungan.</p>
<p>Sedang menurut Miller dalam paper yang berjudul “The Creation of Health” menyatakan sehat sejahtera adalah “Usaha yang terus menerus yang mengarahpada suatu keadaan yang menyeluruh “whollness” yang keadaan itu hanya bisa dicapai dalam keharmonisan hubungan antara kita dengan lingkungan dan antara kita dengan orang – orang disekitar kita” (Miller, 1970).</p>
<p>Mungkin kita semua sebenarnya sudah memahami sejahtera sesuai dengan pernyataan para pakar tersebut, tapi dalam ungkapan dan susunan kata yang berbeda. <em>“ We know  that we ‘do’ it, but we have a hard time defining it.&#8221;</em></p>
<p>Sebagai ringkasan tentang apa itu sejahtera, kami berpendapat bahwa sejahtera adalah suatu proses yang terjadi dalam suatu keadaan pada suatu waktu dan dibangun diatas pondasi tanggung jawab personal individu. Dengan bahasa yang lebih mudah, sejahtera adalah suatu perjalanan yang terus menerus untuk memaksimalkan fungsi diri sesuai dengan keadaan diri dan lingkungan. Dan peran perawat dalam hal ini adalah membantu klien untuk menemukan dimana (pada posisi apa) klien berada di perjalanan dan mau berjalan ke mana, serta menjadi guide (penunjuk) klien untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan  langkah yang paling baik untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi ( lebih jauh dalam jalan sejahtera ).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatperawat.com/2013/01/makna-sejahtera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuesioner Keperawatan &#8221; untuk membantu &amp; memudahkan &#8220;</title>
		<link>http://sahabatperawat.com/2012/08/kuesioner-keperawatan-untuk-membantu-memudahkan/</link>
		<comments>http://sahabatperawat.com/2012/08/kuesioner-keperawatan-untuk-membantu-memudahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Aug 2012 01:26:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Perawat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatperawat.com/?p=1037</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Yang Kami Hormati Sahabat Mahasiswa Keperawatan, ﺍﻟﺴﻼ ﻢ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮ ﺮ ﺤﻤﺔ ﷲ ﻮ ﺒﺮ ﻜﺎ ﺘﻪ الحمد لله... <a href="http://sahabatperawat.com/2012/08/kuesioner-keperawatan-untuk-membantu-memudahkan/" class="more-link">more</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Yang Kami Hormati<br />
Sahabat Mahasiswa Keperawatan,</p>
<p>ﺍﻟﺴﻼ ﻢ  ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮ ﺮ ﺤﻤﺔ ﷲ ﻮ ﺒﺮ ﻜﺎ ﺘﻪ<br />
الحمد لله و الصلا ة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحا بته ومن تبعهم ﺒﺈ حسان ﺇلى يوم الدين وبعد </p>
<p>Segala Puji Bagi Allah Subhanahu wa ta’ala, Shalawat dan salam atas Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam beserta keluarga, sahabat dan kepada umatnya yang senantiasa mengikuti jalannya yang lurus hingga akhir zaman.</p>
<p>Sehubungan dengan permohonan  ibu widya kepada Sahabat Perawat, untuk membantu mencariakan respoden dalam penelitianya yang berjudul “Hubungan Motivasi Akademik dan Identitas Profesional Mahasiswa Pendidikan Dokter Fak. Kedokteran UGM”. Kami melampirkan <a href="http://www.4shared.com/office/BlbLP49W/Kuesioner_Keperawatan.html" title="kuesioner ini"><em><strong>kuesioner ini</strong></em></a> untuk teman – teman Sahabat Perawat yang berkenan membantu beliau.</p>
<p>Dengan tujuan tersebut maka kami mengharapkan kiranya Saudara berkenan mengisi kuesioner yang kami lampirkan, kemudian mengirimkan kembali  kuesioner yang telah diisi ke alamat email sahabatperawat@gmail.com </p>
<p>Demikian surat permohonan ini, atas bantuannya kami ucapkan terima kasih dengan iringan doa جزا كم االله خيرا (semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik). Amin.</p>
<p>Tulus Prasetyo : : Founder Sahabat Perawat		</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatperawat.com/2012/08/kuesioner-keperawatan-untuk-membantu-memudahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
